BREAKING NEWS

Wujud Tri Dharma PT, Mahasiswa UIN Banten Beri Penguatan Kompetensi Kepemimpinan bagi 90 Guru RA‑Madrasah

 


SERANG - Sebanyak 90 guru jenjang RA hingga madrasah diniyah mengikuti seminar penguatan kepemimpinan pendidikan Islam yang digelar mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (28/10/2026) di Yayasan Pendidikan Islam Ar‑Raudlatul Muta’allimin, Kecamatan Sidadung.

 

Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian masyarakat, yang bertujuan menjembatani teori akademik dengan praktik pengelolaan pembelajaran sehari‑hari di lembaga pendidikan Islam.

 

Ketua pelaksana Naufal Yasin mengatakan seminar diselenggarakan agar hasil studi manajemen pendidikan Islam tidak hanya terbatas di ruang perkuliahan. Menurutnya, hal tersebut juga dapat diterapkan langsung oleh para guru untuk meningkatkan mutu madrasah di wilayah sekitar. “Kami ingin ilmu yang dipelajari bisa diterapkan oleh para guru dalam mengelola pembelajaran dan kepemimpinan di madrasah masing‑masing,” kata Naufal kepada awak media.

 

Sementara itu, Narasumber utama Mumtazi memaparkan lima prinsip dasar kepemimpinan pendidikan Islam, yaitu amanah, keadilan, keteladanan, musyawarah, dan kasih sayang. Ia menegaskan bahwa guru saat ini berperan bukan sekadar penyampai materi pelajaran, melainkan pemimpin pembelajaran yang mampu membangun suasana kelas yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.

 

Kemudian, sesi selanjutnya diisi narasumber pendamping Umatu Alsa Kinantu yang membahas etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) serta model pembelajaran berbasis masalah. Ia mengingatkan para guru agar tidak membagikan data pribadi siswa ke platform kecerdasan buatan, serta tetap menggunakan media pembelajaran konvensional jika fasilitas digital di sekolah belum memadai.


Di sisi lain, dalam sambutan pembuka, Dr. Mahdum Bachtiar, M.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai ruang pertukaran pengalaman dua arah antara mahasiswa dan praktisi pendidikan. “Kami bukan datang hanya untuk mengajari, melainkan juga belajar bersama Bapak‑Ibu guru guna memperkaya pemahaman kepemimpinan pendidikan berbasis nilai Islam,” jelasnya.

 

Kepala MTs Ar‑Raudlatul Muta’allimin Abdul Hay Nasuki menyambut baik program tersebut. Ia berharap para guru dapat terus mengembangkan empat kompetensi utama pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional sesuai Undang‑Undang Nomor 14 Tahun 2005 dengan tetap berpegang pada nilai‑nilai keislaman. "Kami berharap seluruh peserta dapat menerapkan wawasan yang diperoleh untuk memperbaiki tata kelola lembaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan masing‑masing," harapnya.(Enggar)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image